Kamis, 30 Maret 2017
Senin, 27 Maret 2017
STATISTIKA
A. Pengertian Statistika,
Populasi dan Sampel
Statistika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang cara pengumpulan, penyusunan,
pengolahan, dan anlisis data serta cara pengambilan kesimpulan berdasar
data-data tersebut.
Perhatikan
permasalahan berikut.
Pada tahun pelajaran 2015-2016
Pemkab Gresik akan menyediakan transportasi bus sekolah. Untuk kepentingan
tersebut, Pemkab Gresik ingin mengetahui jenis kendaraan yang digunakan siswa
untuk berangkat dan pulang sekolah setiap hari.
Pemkab dapat mengajukan
pertanyaan pada semua siswa di semua sekolah di kabupaten Gresik atau sebagian
siswa yang mewakili siswa dari setiap sekolah.
Jika pertanyaan dilakukan pada
semua siswa, kegiatan itu dinamakan sensus.
Sedangkan jika dilakukan pada sebagian siswa yang mewakili dinamakan survei. Seluruh siswa dari semua
sekolah di kabupaten Gresik dinamakan populasi,
sedangkan sebagian siswa yang mewakili setiap sekolah disebut sampel.
B. Pengumpulan Data
dan Ukuran Pemusatan
Ada tiga cara yang bisa digunakan
untuk mengumpulkan data statistika, yaitu wawancara, angket, dan observasi.
Menentukan rata-rata, median dan modus
a. Rata-rata
Terkait dengan data, untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang suatu data diperlukan suatu penentuan ukuran yang merupakan wakil dari data. Ukuran itu disebut ukuran gejala pusat. Ukuran gejala pusat yang akan dibahas pada materi ini diantaranya adalah rata-rata, median dan modus.
Secara umum untuk menentukan rata-rata dengan menggunakan bahasa sederhananya adalah hasil penjumlahan nilai-nilai data dibagi dengan banyaknya data, dirumuskan seperti berikut ini
b. Median
Ukuran pemusatan selain rata-rata adalah median. Median dari data adalah data yang ada di tengah, jika data tersebut diurutkan dari yang paling kecil hingga paling besar. Jadi terdapat 50% dari banyak data yang nilai-nilainya lebih tinggi atau sama dengan median dan 50 % dari banyak data yang nilai-nilainya kurang dari atau sama dengan median.
Untuk menentukan nilai median jika banyaknya data adalah genap, langkah-langkahnya bisa dilakukan dengan cara pertama atau cara kedua. Untuk cara kedua lebih bersifat umum karena dapat diterapkan baik banyak datum yang jumlahnya ganjil atau banyak datum yang jumlahnya genap.
c. Modus
Pengertian modus adalah nilai dari suatu data yang paling sering muncul atau nilai dari suatu data mempunyai frekuensi terbesar.
Menentukan rata-rata, median dan modus
a. Rata-rata
Terkait dengan data, untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang suatu data diperlukan suatu penentuan ukuran yang merupakan wakil dari data. Ukuran itu disebut ukuran gejala pusat. Ukuran gejala pusat yang akan dibahas pada materi ini diantaranya adalah rata-rata, median dan modus.
Secara umum untuk menentukan rata-rata dengan menggunakan bahasa sederhananya adalah hasil penjumlahan nilai-nilai data dibagi dengan banyaknya data, dirumuskan seperti berikut ini
b. Median
Ukuran pemusatan selain rata-rata adalah median. Median dari data adalah data yang ada di tengah, jika data tersebut diurutkan dari yang paling kecil hingga paling besar. Jadi terdapat 50% dari banyak data yang nilai-nilainya lebih tinggi atau sama dengan median dan 50 % dari banyak data yang nilai-nilainya kurang dari atau sama dengan median.
Untuk menentukan nilai median jika banyaknya data adalah genap, langkah-langkahnya bisa dilakukan dengan cara pertama atau cara kedua. Untuk cara kedua lebih bersifat umum karena dapat diterapkan baik banyak datum yang jumlahnya ganjil atau banyak datum yang jumlahnya genap.
c. Modus
Pengertian modus adalah nilai dari suatu data yang paling sering muncul atau nilai dari suatu data mempunyai frekuensi terbesar.
C. Penyajian Data
1. Penyajian Data
dalam Bentuk Tabel
2.
Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Batang
Diagram batang adalah diagram yang menyajikan data dalam
bentuk persegi panjang tegak ataupun persegi panjang mendatar. Diagram batang
umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian
dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan
dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang
terpisah. Untuk membuat diagram batang di atas langkah-langkah
sebagai berikut : a) Untuk menggambar diagram batang diperlukan sumbu mendatar
dan sumbu tegak yang saling tegak lurus untuk contoh di atas sumbu tegak menyatakan
banyak siswa(frekuensi) sedangkan sumbu mendatar menyatakan nilai ulangan
harian siswa. b) Sumbu mendatar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama,
demikian pula sumbu tegaknya: Skala pada sumbu mendatar dengan skala pada sumbu
tegak tidak perlu sama. c) Gambar batangnya sesuai frekuensi yang ada sesuai
data d) Arsir atau warnai batang yang memenuhi frekuensi data. e) Beri judul diagram batang.
3. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Garis
Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data
yang berkesinambungan dan berkala. Untuk membuat diagram garis di atas dengan
cara sebagai berikut:
a) Untuk menggambar diagram garis yang diperlukan sumbu
mendatar (sumbu X) dan sumbu tegak yang saling tegak lurus (sumbu Y), untuk
contoh di atas sumbu mendatar adalah nilai ulangan harian sedangkan sumbu tegak
adalah banyak siswa. b) Gambar titik sesuai data yang ada. c) Hubungkan
titik-titik yang ada sehingga diperoleh suatu diagram garis.
4. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Lingkaran
4. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram Lingkaran
Penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran adalah penyajian data dalam
bentuk lingkaran yang digunakan untuk menyatakan bagian dari keseluruhan. Bagian
dari data digambarakan dengan juring atau sektor. Ketika akan membuat juring,
cari dahulu besar sudut setiap juring atau sektor.
Langkah-langkah
menyajikan data dalam bentuk Diagram Lingkaran
Kerjakan bersama kelompokmu.
Daftarlah berapa lama waktu (dalam Jam) yang dilakukan
salah satu temanmu dalam kelompok untuk kegiatan belajar, tidur, bermain,
membantu orang tua, dan beribadah selama sehari semalam (24 jam)
Buat diagram lingkarannya sesuai data di atas caranya
seperti berikut ini :
1. Buat
lingkaran dengan menggunakan alat yaitu jangka.
2. Gambar juring
sudut dari masing-masing data yang ada
yaitu data menyanyi besarnya
90°, data olahraga besarnya 180°, data senitari besarnya 45°serta data
seni rupa besarnya 45°.
3. Masing-masing
juring diberi keterangan sesuai data yang ada dengan persentasenya
Diagram Lingkaran :
ARTIKEL
PEMANFAATAN MEDIA
GEOKOMAT
UNTUK MENINGKATKAN
MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG BANGUN RUANG SISI DATAR
Kholifatur Rosyidah
SMP
Negeri 3 Sidayu, Gresik; ifah.smp3sdygrsk@gmail.com
Abstrak. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit bagi
sebagian besar siswa, sehingga siswa kurang berminat terhadap matematika.
Siswa kurang berminat terhadap matematika berakibat rendahnya hasil belajar
matematika. Metode pembelajaran yang bervariasi merupakan salah satu cara menumbuhkan minat belajar matematika siswa. Media pembelajaran juga merupakan salah satu unsur penunjang
pembelajaran yang dapat membantu menumbuhkan
minat dan pemahaman siswa. Bangun
ruang sisi datar merupakan materi
mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SMP/MTs berdasarkan kurikulum
2013 pada semester 2, yang meliputi
materi tentang unsur-unsur, luas permukaan dan volume bangun kubus, balok,
prisma dan limas. Media geokomat
merupakan perpaduan media GeoGebra dan komik matematika
disatukan dalam PowerPoint. GeoGebra merupakan salah satu software bantu kependekan dari geometry (geometri) dan algebra (aljabar). Sedangkan media komik matematika merupakan suatu alat atau benda berupa
cerita lucu yang menggunakan rangkaian gambar tidak bergerak dan
divisualisasikan dalam bentuk frame/kotak serta balon-balon ucapan dan simbol-simbol tertentu yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang berisi
permasalahan hitung matematika. Media pembelajaran geokomat dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran materi matematika bangun
ruang sisi datar sesuai dengan pendekatan saintifik. Media pembelajaran
geokomat diharapkan dapat meningkatkan minat siswa terhadap matematika dan meningkatkan pemahaman materi matematika bangun ruang
sisi datar.
Kata kunci : GeoGebra, komik matematika, geokomat, bangun ruang sisi datar
1.
Pendahuluan
Matematika merupakan
suatu ilmu yang ada di setiap aspek kehidupan. Dalam kehidupan nyata,
matematika digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sehari-hari.
Matematika juga merupakan sumber berbagai ilmu pengetahuan.
Kualitas pendidikan di Indonesia
secara umum
sudah mengalami peningkatan namun dalam pembelajaran matematika masih terlihat
hasil yang kurang memuaskan. Hal itu mungkin disebabkan adanya anggapan dari
sebagian siswa bahwa matematika adalah salah satu pelajaran yang sulit sehingga
siswa kurang berminat terhadap pelajaran Matematika. Siswa kurang berminat
terhadap pelajaran matematika dapat berakibat rendahnya hasil belajar matematika. Metode
pembelajaran ceramah dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi
mengakibatkan minat belajar matematika siswa sulit untuk ditumbuhkan. Begitu juga
dengan media pembelajaran merupakan salah satu unsur penunjang pembelajaran
yang dapat membantu pemahaman siswa tentang materi pembelajaran.
Materi geometri dan pengukuran adalah salah satu
materi dalam mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SMP/MTs
berdasarkan kurikulum 2013. Pembelajaran
geometri
ruang di pendidikan
dasar dan menengah merupakan salah satu materi yang menjadi masalah terkemuka. Demikian
juga dengan siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sidayu Gresik
masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan menghitung
luas permukaan dan volume kubus dan balok, sehingga hasil belajar siswa kelas VIII tahun pelajaran 2013/2014
dalam pokok bahasan bangun ruang sisi datar masih banyak yang rendah(di bawah KKM).
Penggunaan media pembelajaran sebagai
salah satu unsur penunjang pembelajaran sangat membantu minat dan
pemahaman siswa. Oleh
Karena itu, penulis mencoba membuat media pembelajaran PowerPoint yang
memanfaatkan GeoGebra dan komik matematika untuk meningkatkan minat dan
pemahaman siswa tentang bangun ruang sisi datar.
Berdasarkan uraian pada
latar belakang, pembuatan media pembelajaran PowerPoint yang memanfaatkan GeoGebra dan komik matematika ini
bertujuan
sebagai berikut: (1) Untuk
memenuhi kompetensi dasar dan indikator pembelajaran Matematika yaitu
menentukan luas permukaan dan volume kubus dan balok. (2) Untuk meningkatkan minat siswa dan pemahaman belajar siswa dalam pelajaran Matematika, (3) Menerapkan pendidikan karakter pada siswa, seperti: rasa ingin tahu dan
ketertarikan pada matematika
2.
Landasan
Teori
2.1.
GeoGebra
GeoGebra merupakan salah satu software
bantu yang cukup lengkap dan digunakan secara luas. Nama GeoGebra merupakan
kependekan dari geometry (geometri) dan algebra (aljabar). Meski
dari sisi nama hanya merujuk geometri dan aljabar aplikasi ini tidak hanya
mendukung untuk kedua topik tersebut, tapi juga mendukung banyak topik
matematika diluar keduanya. GeoGebra pertama kali dikembangkan oleh Markus
Hohenwarter dari Austria dan dirilis sebagai perangkat lunak opensource sehingga
dapat dimanfaatkan secara gratis dan bebas untuk dikembangkan.
Pada pembelajaran matematika banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan
untuk mendukung pembelajaran, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
Salah satu perangkat lunak yang cukup potensial dimanfaatkan adalah GeoGebra.
Dalam pembelajaran,
GeoGebra dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya : (1) Membuat dokumen terkait pembelajaran matematika, (2) Membuat media pembelajaran atau alat bantu
pengajaran matematika. (3) Membuat lembar
kerja digital dan interaktif.
(4) Menyelesaikan
atau mem-verifikasi permasalahan matematika.
Dalam praktek,
GeoGebra dapat digunakan secara mandiri (artinya tanpa aplikasi lain) atau
dapat juga dikombinasikan dengan aplikasi yang lain. Selain itu perlu
diperhatikan bahwa dalam praktek pembelajaran di kelas hendaknya
mempertimbangkan proses yang baik dan tepat. Dengan berdasar pendekatan
saintifik, seperti yang ditekankan pada Kurikulum 2013, maka proses
pembelajaran disajikan dalam beberapa langkah diantaranya: (1) Mengamati (observing), (2) Menanya (questioning), (3) Mencoba (experimenting) (4) Menalar (associating), (5) Membentuk
jejaring (networking)
Penggunaan GeoGebra
hendaknya dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses-proses tersebut apalagi
fitur yang disediakan oleh GeoGebra sudah cukup lengkap tinggal bagaimana guru dapat membuat media serta meramunya dalam
proses pembelajaran.
2.2.
Komik
Matematika
Komik adalah
suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga
membentuk jalinan cerita.
Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai
dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/Komik)
Kata
komik berasal dari bahasa Perancis yaitu comique,
yang sebagai kata sifat artinya lucu atau menggelikan dan sebagai kata benda
artinya pelawak atau badut. Comique
sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu komikos. Fitri Apriyanti [2: 6] menyatakan bahwa “Komik adalah
suatu bentuk cerita bergambar, terdiri atas berbagai situasi cerita bersambung,
kadang bersifat humor”.
Media
komik matematika adalah suatu alat atau benda berupa cerita lucu yang
menggunakan rangkaian gambar tidak bergerak dan divisualisasikan dalam bentuk
frame/kotak serta balon-balon ucapan dan simbol-simbol tertentu
yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang berisi permasalahan hitung
matematika. Riska Dwi Novianti dan M. Syaichuddin, [3: 78] menyebutkan ada tujuh kelebihan
media komik matematika antara lain : (1) Peranan pokok dari buku (Matematika) komik dalam
instruksional adalah kemampuannya dalam menciptakan minat peserta didik, (2)
Membimbing minat baca yang menarik pada peserta didik, (3) Melalui bimbingan
dari guru, komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat baca,
(4) Komik menambah
perbendaharaan kata-kata pembacanya, (5) Mempermudah anak didik menangkap
hal-hal atau rumusan yang abstrak, (6) Dapat mengembangkan minat baca anak dan salah
satu bidang studi yang lain, (7) Seluruh jalan cerita komik pada umumnya menuju
satu hal yakni kebaikan atau studi yang lain.
Selain
memiliki kelebihan, media komik matematika juga memiliki kekurangan. Menurut
Riska Dwi Novianti dan M. Syaichuddin [3: 78],
ada tiga kekurangan media komik matematika antara lain (1) Guru harus
menggunakan motivasi potensial dari buku-buku komik, tetapi jangan berhenti
hanya sampai disitu saja, apabila minat baca telah dibangkitkan, cerita
bergambar harus dilengkapi materi bacaan, gambar, tetap model (foto), percobaan
serta berbagai kegiatan keatif, (2) Kemudahan orang membaca komik membuat malas
membaca buku tidak bergambar sehingga menyebabkan penolakan-penolakan atas
buku-buku yang tidak bergambar, (3) Banyak aksi-aksi yang menonjolkan kekerasan
ataupun tingkah laku yang kurang baik.
Berdasarkan
kajian teori di atas, maka penulis memanfaatkkan media pembelajaran GeoGebra digabung dengan komik
matematika untuk meningkatkan minat siswa dan
pemahaman mata pelajaran matematika
khususnya materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMP kurikulum 2013.
3.
Pemanfaatan
Media Pembelajaran Geokomat untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Siswa tentang
Bangun Ruang Sisi Datar
Jenis inovasi pembelajaran yang dirancang berupa media pembelajaran
dengan judul “Pemanfaatan media pembelajaran geokomat untuk
meningkatkan minat siswa dan pemahaman siswa tentang bangun ruang sisi
datar”. Sedangkan
jenis media pembelajarannya adalah : perangkat lunak
berupa bahan presentasi PowerPoint, yang berfungsi untuk meningkatkan
minat dan memperkuat pemahaman
konsep atau pesan pada topik bangun ruang sisi datar.
Gambar 1. Media PowerPoint Geokomat
PowerPoint presentasi, berisi :
· Ikon Halaman depan , memuat : Judul
· Ikon Home,
memuat : Mata pelajaran,
Satuan Pendidikan, Kelas, Semester, Topik/sub topik
·
Ikon KI : memuat Kompetensi
Inti
·
Ikon KD/Indikator : memuat
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
·
Ikon Tujuan : memuat tujuan
pembalajaran
·
Ikon Materi memuat : penjelasan tentang materi Bangun ruang sisi datar yaitu
tentang luas permukaan kubus dan balok
·
Ikon Media : memuat tentang
media GeoGebra dan komik matematika
· Ikon Penilaian :
memuat Soal Kuis ( cek pemahaman)
· Ikon Petunjuk memuat
petunjuk Penggunaan PowerPoint
· Ikon
Biodata memuat biodata Penyusun karya
inovasi.
· Ikon Referensi :
memuat referensi yang digunakan
Produk media pembelajaran
geokomat merupakan
media pembelajaran materi bangun ruang sisi datar yaitu menentukan luas
permukaan dan volume kubus dan balok. Media pembelajaran geokomat merupakan media pembelajaran PowerPoint yang dipadukan dengan software
GeoGebra dan komik matematika bangun ruang sisi datar. Untuk menjalankan media
pembelajaran ini komputer atau laptop yang digunakan harus sudah
terinstall software GeoGebra.
3.2. Penerapan Media Geokomat pada Pembelajaran Matematika
Media pembelajaran geokomat ini merupakan media
pembelajaran PowerPoint yang menggabungkan media GeoGebra dan komik matematika bertujuan untuk meningkatkan
minat belajar siswa sehingga
hasil belajar siswa diharapkan
lebih baik. Materi yang bersesuaian adalah bangun
ruang sisi datar. Bangun ruang sisi datar
ini merupakan materi pokok pada kurikulum 2013 yang diberikan di kelas
VIII semester 2. Kompetensi dasar 3.9.
Menentukan luas permukaan dan volume kubus, balok, prisma dan limas
Tujuan pembelajaran pada
kompetensi ini adalah
1.
Menemukan rumus luas permukaan
kubus dan balok
2.
Menemukan rumus volume kubus dan
balok
3.
Menentukan luas permukaan kubus
dan balok
4.
Menentukan volume kubus dan balok
Alokasi waktu yang direncanakan yaitu 5 jam pelajaran (2 kali
pertemuan)
Media pembelajaran geokomat digunakan dalam pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 ada pada tahap
mengamati, menanya, mengumpulkan data, menganalisa data, dan mengkomunikasikan, seperti ditunjukkan
berikut :
1)
Mengamati
(observing)
Siswa
mengamati tayangan PowerPoint media pembelajaran komik matematika halaman 1
tentang permasalahan bungkus kado ulang tahun Anggie. Dengan gambar komik
matematika yang memiliki gambar-gambar menarik dengan permasalahan kontekstual
yang ada dalam kehidupan sehari-hari diharapkan akan muncul proses mengamati
lebih menarik perhatian siswa sehingga minat siswa untuk belajar matematika
akan tumbuh.
Gambar 2. Komik matematika
halaman 1
2)
Menanya
(questioning)
Guru
memancing siswa merumuskan pertanyaan terkait dengan pemecahan masalah bungkus
kado ulang tahun Anggie
Siswa
merumuskan pertanyaan terkait dengan luas bungkus kado. Misalnya ”Bagaimana
bentuk kotak kadonya?” atau “Berapa luas kertas yang dibutuhkan?”
3)
Mencoba/Mengumpulkan
data atau informasi (experimenting)
Siswa
berkumpul dalam kelompoknya dan pada masing-masing kelompok sudah membawa
bentuk kubus dan balok yang berasal dari bungkus/benda yang ada di lingkungan siswa.
Kemudian siswa diminta untuk memotong berdasar rusuk-rusuknya seperti yang tercantum dalam lembar kerja siswa (LKS) kemudian
diminta untuk mendiskusikan masalah tersebut. (menemukan rumus luas permukaan
kubus dan balok).
4)
Mengasosiasi/Menganalisa
data atau informasi (associating)
Siswa secara
berkelompok mencoba merumuskan cara untuk menyelesaikan permasalahan pada lembar
kerja siswa (LKS). Siswa diminta untuk menyampaikan hasil identifikasinya.
Guru menampung apa
yang disampaikan siswa kemudian menegaskan masalah yang sebenarnya.
Dapatkah kalian
menemukan luas permukaan sebuah balok?
Guru menayangkan PowerPoint GeoGebra tentang jaring-jaring kubus dan diikuti oleh siswa. Kemudian siswa mengamati dan mengeksplorasi tentang
macam-macam jaring-jaring kubus dan balok
Gambar 3.
Jaring-jaring kubus dengan geogebra
Setiap
kelompok mempresentasikan hasil diskusi/pekerjaannya. Siswa yang lain
memberikan tanggapan atas presentasi yang disajikan, meliputi: bertanya, mengkonfirmasi,
melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya.
Gambar 4. Komik matematika hal.
2
Guru
membimbing siswa untuk menyimpulkan bagaimana cara menentukan luas permukaan
balok maupun kubus dan merumuskannya.
Guru
memberikan tugas individu kepada siswa di komik matematika hal 8 sampai dengan
halaman 10.
Gambar 5. Komik matematika
hal. 8
Selain digunakan dalam pembelajaran saintifik, media
geokomat juga dapat digunakan dalam proses pembelajaran berbasis masalah.
Pembelajaran diawali dengan sebuah masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari
berupa bungkus kado untuk hadiah ulang tahun Anggie. Siswa mengkonstruksi
pengetahuannya untuk menemukan luas permukaan kubus dan balok melalui penemuan
terbimbing dengan benda nyata berupa bangun ruang yang berbentuk kubus dan
balok yang diperoleh dari lingkungan sekitar. Kegiatan penemuan terbimbing juga
didukung oleh eksplorasi tentang macam-macam jaring-jaring kubus menggunakan
GeoGebra. Setelah maelakukan eksplorasi siswa berdiskusi dalam kelompoknya
untuk menyimpulkan cara menemukan luas permukaan kubus dan balok.
3.
Kesimpulan
dan Saran
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat
disimpulkan bahwa :
1. Proses pembelajaran matematika membutuhkan
media pembelajaran atau alat peraga pembelajaran untuk membantu minat dan
pemahaman siswa. Salah satu media pembelajaran adalah media pembelajaran geokomat yaitu media pembelajaran PowerPoint yang dipadukan dengan software
GeoGebra dan komik matematika tentang materi bangun ruang sisi datar.
2.
Penggunaan media pembelajaran geokomat dapat digunakan pada proses pembelajaran yang
menerapkan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 pada tahap mengamati, menanya,
mengumpulkan data, menganalisa dan
mengkomunikasikan
3.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas,
beberapa hal yang perlu dilakukan untuk perbaikan antara lain :
1.
Guru hendaknya selalu melakukan upgrade kemampuan untuk melakukan inovasi
dalam pembelajaran baik pendekatan, model, metode maupun media atau alat peraga
pembelajaran.
2. Media pembelajaran dengan
menggunakan GeoGebra
dan komik matematika dapat dikembangkan untuk materi yang lain dalam
pembelajaran matematika.
Daftar Pustaka
[1] Apriyanti,
Fitri. Pengaruh pemanfaatan media komik
matematika terhadap hasil belajar. Pontianak (2012)
[2] ........ Geogebra, Modul Diklat Online 2013,.
Yogyakarta: PPPPTK Matematika.(2013)
[3] Syaichuddin,
Riska Dwi Novianti dan M. Pengembangan
media komik pembelajaran matematika
untuk meningkatkan pemahaman bentuk soal cerita bab pecahan pada Siswakelas V
SDN Ngembung. Surabaya: Jurnal Teknologi Pendidikan UNESA, (2010)
[4] wikipedia. 5 september 2014
<http://id.wikipedia.org/wiki/Komik>
[5] Riski NH, Komik Matematika untuk Siswakelas VIII SMP,
Universitas Negeri Malang, 2013


